Orang Tua Bagaimanpun Kondisinya Tetaplah Orang Tua.

Orang Tua Bagaimanpun Kondisinya Tetaplah Orang Tua.
Posisi superior dari orang tua itu bukanlah hal yang aneh dan bukan pula suatu yang dipaksakan namun merupakan suatu kewajaran yang kadang bisa diterima oleh sang anak bisa juga tidak.
Allah menempatkan posisi mereka begitu superior di atas anak2 mereka oleh karena beban yang ditanggung oleh mereka sangat berat di dunia dan di akherat mengenai anak2 mereka itu yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah swt. Kewajiban yang dibebankan kepada meraka untuk mendidik, mengarahkan, mencegah, memerintah, bahkan bersikap keras kepada sang anak,kesemuanya adalah untuk satu tujuan yaitu membawa anak menuju keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akherat.

Tentu saja kasih sayang yang ada di dalam hati orang tua terhadap anak2nya tidak terbayangkan besarnya. Saking besarnya sehingga yang mampu mengalahkan hanya kasih sayang Rasul saw dan Allah saja.
Pendidikan terhadap anak itu tidak harus yang selalu disetujui atau disenangi oleh anak. Sehingga anak bisa menolak atau tidak setuju karena tidak sesuai keinginannya. Tidak ada niat orang tua yang menghancurkan masa depan anak. Mereka semua terutama kaum ibu sangat mengharap kebaikan bagi anak2nya. Kalau sikap mereka terasa tidak menyenangkan terhadap anak2nya sebab demikian itulah pendidikan .Mereka juga tidak akan disalahkan oleh Allah manakala menuntut anak2nya harus begini dan begini atau bahkan mengundat-undat kebaikan mereka selama ini. Dan seorang anak tidak akan dibenarkan menyalahkan kedua orang tuanya bahkan terhadap orang tua yang fasik atau kafir sekalipun.

Walaupun demikian perlu dipahami juga apa yang sudah pernah disabdakan beliau saw bahwa barang siapa yang berbakti kepada orang tuanya maka kelak anak2nya akan berbakti kepadanya begitu pula sebaliknya. Jadi kondisi anak yang penurut atau pembangkang semuanya merupakan cerminan kehidupan sang bapak atau sang ibu pada masa lajangnya dulu dalam bersikap kepada orang tuanya.

Namun apapun yang terjadi bagi si anak haruslah diketahui bahwa sesungguhnya keridhoan Allah itu ada pada keridloan orang tua dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan orang tua.Barang siapa yang ingin hidup bahagia di dunia dan di akherat maka carilah ridlo Allah melalui keridloan orang tua. Lalu pantaskah orang yang menjadi jaminan kebahagiaan dunia dan di akherat itu ditentang atau dilawan kehendaknya? Kalaupun ada hal yang dilarang oleh Allah yang orang tua menyuruh kita melakukannya, wajib bagi kita menolak dengan halus dan pantang mengata-ngatai mereka apalagi menyakitinya dhohir dan batin.

Sungguh keberadaan negeri ini pada masa depan bergantung kepada orang tua terutama ibu dalam mendidik dan menegakkan anak2 mereka agar memiliki mental kuat dan niat serta cita2 yang baik untuk agamanya dan bangsanya serta tanah airnya.

Kalaupun seorang anak tidak dirawat oleh orang tua sendiri sehingga kasih sayang jatuh pada orang lain yang merawatnya tidak mengurangi kewajiban anak tersebut dalam berbuat baik kepada ibu bapak kandungnya.Sebab tentu ada sebab kenapa sampai terjadi seperti itu. Namun jasa orang yang mengasuh sejak kecil pun tidak bisa dihilangkan begitu saja.

Itulah sebabnya kasih sayang anak kepada sang pengasuh tidak akan pernah hilang hingga ia dewasa. Kondisi seperti itu juga terjadi pada Rasul saw. Sejak kecil beliau tidak diasuh oleh ibunya sendiri. Kurang lebih 6 tahun beliau dalam asuhan Halimah Assa'diyah. hingga beliau menjadi nabi, kasih sayang beliau terhadap Halimah sangat besar. Sehingga beliau katakan bahwa Halimah adalah ibunya selain ibu kandungnya. Dan sikap beliau sangat baik kepada Halimah, hingga Halimah meninggal dengan kepala di pangkuan beliau saw. Dan beliau pun menangisi jasad beliau yang sudah tak bernyawa sambil berdo'a memohon rukshoh dan limpahan rahmatNya bagi sang "ibu".

Dunia ini kadang menjadi alat yang membahagiakan namun dunia bukan penentu kebahagiaan. Kewajiban mencari nafkah ada pada pundak suami bukan pada istri. Kedekatan sang Ibu pada anak menentukan sikap dan mental anak dalam menatap masa depannya. Makin jarang anak bertemu ibunya maka makin bermasalah kehidupan masa depannya. Dan istri yang berbahagia adalah istri yang berbakti kepada sang suami dan kasih sayang suami yang besar kepadanya.
Orang Tua Bagaimanpun Kondisinya Tetaplah Orang Tua. 9.4 out of 10 based on from 80.230 ratings. 2 user

0 komentar:

Posting Komentar

Subscribe Here

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

  © copy right Nur Qolbu 2013 Template By Kang Miftah Modified by JASA SEO | Jasa Penulis | Buka Info