5 Hal Yang diTakutkan Ketika Maut Menjemput

Ketika kita bicara tentang kematian pasti topik ini akan kurang disenangi dan diminati bagi sebagian orang. tahukah kita bahwa naluri manusia menginginkan hidup selamanya, bahkan kalau bisa hidup seribu tahun lamanya ada yang lebih dari itu yaitu kekal. hal ini akan mengerikan dan menakutkan, namun kalau kita sadar betul akan kematian yang pasti terjadi pada diri manuasia hal ini tak akan membuat manakutkan karena manusia akan cenderung mengikuti perintah alloh swt, menjalankan ibadah dan beramal sholih,dalam QS Al-Baqoroh 96 alloh menyatakan, bahwasanya ada golongan manusia yang ingin hidup seribu tahun lamanya.

وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَىٰ حَيَاةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا ۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَنْ يُعَمَّرَ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ

Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
5 Hal Yang diTakutkan Ketika Maut Menjemput-nur qolbu
Rasa ingin hidup lama tidak hanya pada diri manusia dizaman sekarang sekarang, namun sejak nabi Adam AS. rasa ingin menetap di surga selama-lamanya sudah ada dalam diri manusia pertama diciptakan. Sehingga nabi Adam berhasil digoda syetan la'natulloh. Melalui nafsu yang ingin hidup selamanya disurga, syetan membisikan nabi Adam, agar melanggar larangan Alloh memakan buah khuldi. Sebagaimana tercantum dalam QS Thoha 120.

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لا يَبْلَى

"Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: 'Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu, pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa'."

Beberapa faktor yang menyebabkan orang akan takut atau cemas saat berbicara kematian, kita bisa merujuk pendapat DR. Quraisy Syihab, faktor-faktor yang mempengaruhi manusia akan kematian  tersebut adalah sebagai berikut: 
  1. Tidak mengetahui apa yang akan dihadapi setelah kematian 
  2. Menduga bahwa apa yang dimiliki sekarang jauh lebih baik dengan apa yang dimiliki nanti 
  3. Membayangkan betapa sulitnya pengalaman mati 
  4. Khawatir memikirkan terhadap keluarga yang ditinggalkan
  5. Tidak mengetahui makna kehidupan dan kematian.
Jika manusia cemas akan menghadapi kematian karena membayangkan pengalaman mati, sebenarnya tidak pada tempatnya. Memang dalam al-Quran dan Hadits disebutkan bahwa ada kematian yang sangat menyakitkan, namun perlu diingat juga, ada kematian yang sangat indah dan menyenangkan. Dalam QS Annazi’at 1-2, Alloh SWT berfirman,
Dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut,

{ وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا }{ وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا }

Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras.
Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut.
Dari kandungan kedua ayat ini, Alloh menggambarkan dua karakter manusia ketika naza', yakni dicabut dengan rasa yang sangat menyakitkan dan juga keras, disisi kedua dicabut dengan lemah lembut. Dicabut nyawa dengan rasa yang sungguh menyakitkan merupakan pengalaman kematian yang menyakitkan. dalam hal ini, rosululloh mengumpamakan seperti duri yang ada dikapas, lalu duri tersebut ditarik dengan cepat sehingga kapas-kapas terbawa karena kerasnya tarikannya. Ini, menjelaskan nyawa dicabut dari badan dengan cepat, keras, paksa dan menyakitkan sungguh dengan kondisi yang seperti ini kita tidak bisa membayangkan betapa sakitnya ketika manusia menemui ajal.

Sementara itu pada kondisi yang berikutnya dicabut nyawa dengan lemah lembut, adalah proses kematian secara perlahan-lahan. dalam keadaan ini di ibaratkan seseorang yang ngantuk, lalu rebahan lantas hilang kesadaran sampai ia tertidur lelap dan indah.

Faktor utama yang menentukan apakah manusia mengalami kondisi pertama atau kedua, tidak lain adalah keimanan dan amal sholeh. Saat manusia berlaku jahat, dosa dan maksiat bisa jadi ia akan merasakan kematian yang sakit, dipaksa dan cepat. Sementara bagi orang yang beriman dan beramal sholeh, kematian sebagai hal yang lezat dan indah

Dalam hadits Rasululloh SAW "Seorang yang beriman saat menjelang kematian akan didatangi malaikat yang menyampaikan berita tempat tinggal dan keadaan apa yang akan dihadapi nanti. Maka tidak ada yang paling disenanginya, kecuali segera bertemu dan dicabut nyawanya.Sementara orang kafir, saat mati menjelang ia akan meraskana ketakutan untuk bertemu dengan tuhannya."

Bagi kita orang yang beriman, janganlah terlalu cemas mengadapi kematian. Yang paling utama adalah melakukan usaha yang terbaik untuk mengumpulkan bekal menghadapi kematian. Kita siap kapan dan mana pun kematian menjemput. Jadikan kematian sebagai ukuran untuk menumbuhkan semangat akan berbuat sholeh kepada Alloh, dengan begitu kita tidak santai-santai untuk beribadah kepada Alloh. Sebagaimana Alloh SWT berfirman dalam Attaubah 38.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.
Kematian merupakan proses berikutnya menuju kesempurnaan hidup yang hikiki. Perpindahan dari satu negeri ke negeri lain sampai kita menetap di sana selama-lamanya. semoga sajian kami tentang 5 Hal Yang ditakutkan ketika maut menjemput ini bisa menjadi tolok ukur kita sebagai seorang muslim / nurqolbu.net

5 Hal Yang diTakutkan Ketika Maut Menjemput 9.4 out of 10 based on from 80.230 ratings. 2 user

0 komentar:

Posting Komentar

Subscribe Here

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

  © copy right Nur Qolbu 2013 Template By Kang Miftah Modified by JASA SEO | Jasa Penulis | Buka Info