Kisah Perjuangan Muslimah Di Negeri Beton

Hidup di perantauan memang tidaklah mudah karena jauh dari keluarga tercinta dan bergelut dengan pekerjaan yang berat. melalui goresan pena ingin sekedar berbagi pengalaman pribadi saya yang hidup di perantauan negeri beton (hongkong) ini, banyak sekali perjuangan melawan arus pergaulan bebas disini, 

Alur Cerita dimulai dari sini

Di tahun pertama saya melangkahkan kaki di negeri beton ini sungguh berat sekali merasakan kehidupan di sana karena berbagai ujian yang aku dapat sungguh luar biasa, aku dapatkan majikan yang benar -benar sangat jahat aku di perkerjakan 3 rumah yang bertempatkan di beda kota, karena pada waktu itu aku masih belum cukup pengalaman disana aku hanya diam dan mengikuti semua perintahnya setelah satu bulan kemudian aku bekerja di rumah itu terasa sekali badanku lemah letih karena terlalu banyak pekerjaanku, ku sangat kesusahan ingin melaksanakan sholat terpaksa pada waktu itu aku sholat dengan bersembunyi kadang di dapur, kadang di depan toilet sungguh hati menjerit karena harus sholat dengan tempat yang tak sepatutnya. 
Kisah Perjuangan Muslimah Di Negeri Beton-nur qolbu
Muslimah Di Negeri Beton
Hampir setiap bulan aku sakit, ingin aku pulang tapi tak kuasa karena potongan gaji belum selesai akhirnya ku jalankan semua itu meski badanku sangat lemah, hari-hari dalam do'aku, aku lantunkan ''Ya Allah jika memang tempat ini bukan tempat yang terbaik untukku dan agamaku maka tunjukkanlah keagunganMU YA RABB " dan do'aku pun di dengar oleh Allah, setahun setelah ku selesai potongan gaji aku berhasil keluar dari rumah itu dan mencari majikan baru yang mengizinkanku berjilbab dan boleh melaksanakan kewajibanku sebagai seorang muslim. 

Meski hanya bertahan 2 bulan di rumah majikan baru aku tetap semangat meski selama, 1,5 tahun aku jatuh bangun mempertahankan islamku, aku terus berusaha untuk mencari majikan yang memperbolehkanku berjilbab dan sholat dan Alhamdulillah Allah menunjukkan kekuasaanNYA, aku di pertemukan oleh majikan yang sangat paham dengan islam meski mereka kristen, mereka sangat mengerti dan memberikan kebebasan dalam beribadah. 

Dalam islam banyak hal yang harus di jalani dalam perjalanan menuju kampung jannahNYA Orang bilang negeri beton (hongkong) adalah negara yang yang merusak akhlak karena pergaulan yang bebas yang lewat dari batas norma. Dan siapapun yang melangkah pasti akan rusak pula, memang fakta berbicara semua benar tapi sebagai wanita muslimah yang berjuang di negeri beton memanglah sangat sulit dalam menerapkan islam disini,untuk bercengkerama dengan mereka pun membutuhkan kesabaran yang extra dalam memberikan pengertian tentang islam kepada mereka. Tentang akhlak aqidah semua kembali pada diri kita, keteguhan hati,niat untuk mempertahankan sebagai muslimah sejati. Memanglah sulit tapi bila di jalani dengan istiqomah maka semua itu terasa menyenangan ujian cobaan terasa permainan belaka. 

Di negeri beton ini banyak sekali macam pergaulan yang paling mengenaskan jika kita sampai terjerumus dunia lesbi a'udzubillahimindzaliq sungguh kasihan orang tua mereka keluarga yang mengharapkan masa depan meraka cerah dengan lari ke luar negeri untuk mencari rizki bukan merusak akhlak.tapi dalam kenyataan memang sangat banyak yang sudah terseret di dunia lesbi di negeri beton ini, mereka tidak sadar bahwa semua itu merugikan mereka sendiri. mereka tidak sadar dengan cerita-cerita nabi-nabi terdahulu Dalam Alquran, banyak sekali diceritakan kisah-kisah umat terdahulu yang telah dibinasakan oleh Allah karena mereka mengingkari utusan-Nya dan melakukan berbagai penyimpangan yang telah dilarang. Cerita nyata yang ada dalam Al-Quran tersebut harus dijadikan peringatan bagi diri kita masing-masing agar menjauh dari penyebab-penyebab murka Allah Swt kepada mereka,

Kaum Nabi Luth

Umat Nabi Luth terkenal dengan perbuatan menyimpang, yaitu hanya mau menikah dengan pasangan sesama jenis (homoseksual dan lesbian). Kendati sudah diberi peringatan, mereka tak mau bertobat. Allah akhirnya memberikan azab kepada mereka berupa gempa bumi yang dahsyat disertai angin kencang dan hujan batu sehingga hancurlah rumah-rumah mereka. Dan, kaum Nabi Luth ini akhirnya tertimbun di bawah reruntuhan rumah mereka sendiri 
(QS Alsyu’araa: 160, Annaml: 54, Alhijr: 67, Alfurqan: 38, Qaf: 12).

Menerapkan jiwa islamiyah di sekeliling non muslim butuh perjuangan batin dan jiwa, jika niat kita ikhlas karena Allah pasti Dia memberikan kemudahan di manapun berada. Sahabat siapapun diri anda yang membaca artikle ini coba renungkan lagi apa arti hidup jika kita tidak menggenggam islam dalam kita sendiri? Sungguh kita akan menjadi orang yang merugi, penyesalan akan datang menghampiri kita suatu hari nanti, jika kita terus berusaha menanamkan jiwa yang taqwa karena Allah, hati kita akan tenang Semoga artikel yang sederhana ini bisa membukakan hati sahabat-sahabat kita yang dalam kebingungan kebimbangan dalam memilih pergaulan antara yang baik dan tidak baik. Mari perbaiki diri kita rekatkan lagi jiwa kepada Allah untuk menggapai kebahagiaan dunia akhirat  itulah kisahku dinegeri beton semoga bermanfaat Aamiin...
Kisah Perjuangan Muslimah Di Negeri Beton 9.4 out of 10 based on from 80.230 ratings. 2 user

0 komentar:

Posting Komentar

Subscribe Here

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

  © copy right Nur Qolbu 2013 Template By Kang Miftah Modified by JASA SEO | Jasa Penulis | Buka Info