Adakah Hikmah di Balik Musibah dan Bagaimana Menyikapinya

Adakah Hikmah di Balik Musibah dan Bagaimana Menyikapinya - Musibah adalah bagaikan alarm peringatan dari Allah SWT supaya manusia tidak lupa kepadaNya. Kebanyakan orang teringat kepada Allah setelah musibah atau ujian yang tidak di harapkannya menghampiri. Padahal sebenarnya musibah itu ada yang mengenakkkan dan ada yang tidak menyenangkan. Dan setiap musibah akan membawa hikmah yang sangat berharga bagi mereka yang mau mengambil pelajaran dari semua yang di alaminya. 
Menerima kenyataan yang tidak di inginkan tentu saja membutuhkan waktu, hanya saja kita harus berusaha agar proses nya tidak terlalu lama caranya adalah :

  1. Menyakini bahwa setiap kejadian itu adalah kehendak Allah SWT. Jadi, ketika musibah itu datang, ucapkanlah Innalillahi wainnailaihi raji'un (sesungguhnya kami kepunyaan Allah SWT,dan kepadaNya lah kami kembali ). 
  2. Menjadikan musibah sebagai sarana evaluasi diri. 
  3. Menjadikan musibah sebagai sarana taubat. 
  4. Memohon kepada Allah subhanahu wata'ala agar di beri kesabaran dan di beri jalan keluarnya. 
Menerima musibah dengan keikhlasan hati sering kali memerlukan proses yang panjang. Jika ketidak ikhlasan terus menerus hadir, mintalah kepada Allah SWT agar hati bisa tulus menerima ketetapan dari Allah SWT. Dan bertaubatlah karena ketidak ikhlasan tersebut. Ambillah air wudhu, sholatlah dua rakaat dan ucapkan Laa khaula walaa quwwata illa billahil'aliyyil adziim. Lalu bacalah do'a seperti yang tercantum dalam surat Al-A'raf ayat 126 berikut ini:

وَمَا تَنْقِمُ مِنَّا إِلَّا أَنْ آمَنَّا بِآيَاتِ رَبِّنَا لَمَّا جَاءَتْنَا ۚ رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ

Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami". (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)".
Saudaraku, jika engkau telah mengadu kepada Allah SWT, engkau boleh mengadu pada teman atau saudaramu yang engkau yakini ia akan menjaga rahasiamu dan bisa memberi solusi atas masalah yang sedang engkau hadapi. Ingat saudaraku, jangan salah memilih teman curhat (mengadu ).Jika tidak engkau tidak mendapat solusi darinya dan bahkan aibmu akan di ketahui banyak orang.

Lebih baik engkau tidak sembarangan curhat atau berbicara dengan orang lain, karena satu orang rahasia terbuka maka pintu ribuan orang terbuka untuk informasi tersebut. Cukuplah Allah azza wajalla sebagai penolong kita dan cukuplah Allah azza wajalla yang akan memberikan jawabannya.

Dan ingatlah saudaraku bahwa Allah tidak akan meninpakan ujian atau musibah melainkan dengan sesuai kemampuanya sebagai mana firman Allah sebagai berikut:

لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya. (Mereka berdoa dengan berkata): "Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami ! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir
"Alangkah manisnya imbalan bagi mereka Yang Ridha takdir Allah SWT. Siapapun yang ridha ketentuan Allah, maka Allah pun akan ridha padanya ''. 
Saudaraku,di alam fana ini kehidupan selalu berubah-ubah. Ada siang ada malam, ada terang ada gelap, ada kaya ada miskin, ada sulit ada mudah, ada susah ada senang,ada suka ada duka, ada sedih ada bahagia,ada sehat ada sakit, ada ketawa ada tangisan. Begitulah Allah merangkum semuanya seperti layaknya dunia per flm man yang bersifat sementara, kalo kita sampai kita lengah maka akan mendampakkan lemahnya iman dalam dada, jika kita mampu menulusri semua yang terjadi di dalam kehidupan kita, sebenarnya banyak ilmu yang bisa kita petik. Cuma kadang kita tidak mampu berpikir panjang. Mari Saudaraku,kita belajar trus belajar menumbuhkan sifat sabar, jangan sampai ada kata lengah dalam belajar ilmu ikhlas dan sabar. Ladang ilmu sangatlah luas, jika kita pelajari semua itu tidak akan pernah habis sampai akhir hayat kita.
Salam semangat penuh cinta untuk saudaraku semua / nurqolbu.net
Adakah Hikmah di Balik Musibah dan Bagaimana Menyikapinya 9.4 out of 10 based on from 80.230 ratings. 2 user

0 komentar:

Posting Komentar

Subscribe Here

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

  © copy right Nur Qolbu 2013 Template By Kang Miftah Modified by JASA SEO | Jasa Penulis | Buka Info