Kumpulan Puisi Yang Menyayat Hati

Berikut ini kami tuliskan tentang kumpulan puisi yang menyayat hati puisi ini karya salah seorang penulis di blog nurqolbu.net yang mana puisi ini merupakan puisi yang sudah lama tidak kami postingkan karena juga kami lupa untuk mempostingkan puisi ini. ada 7 puisi yang di buat oleh kawan kami ini, dan ini adalah karya terbaiknya selama dia menjadi penulis di blog nur qolbu. semoga sajian kumpulan puisi kali ini kan bermanfaat siapa yang yang membacanya.
Kumpulan Puisi Yang Menyayat Hati-nur qolbu

Syair kehidupan

Ketika fajar menyeruak Kerinduan masih berkutat Membelenggu ruang dan waktu Seolah awal tanpa akhir
Perlahan sepi memperkosa ceriaku Memaksa diam harus di telan Menyimpan bisu dalam bibir Mengunci hati yang ingin terbuka
Mungkin aku harus pergi mencari dunia baru Terisolir dari bayangmu Suci dari bangka-bangka gejolak
Peratapan di bumi jiwa Menguntip sinar yang hampir redup Menyunting seberkas sinarnya Dan memindahkan ke seluruh kalbuku

SujudKu

Malam yang dingin membeku Ku ayunkan langkah kakiku Menyelusuri hamparan langit biru Mencari ketenangan qalbuku
Biarkanlah ku cari jalanku Walau tubuhku hancur mengenangmu Ku coba melupakan segalanya namun bayangmu tak pernah sirna Selalu saja datang untuk menggoda Mengusir 1 jiwa yang sudah terlena
Ketika cahaya hati telah pergi Takdir kelam menghampiri Kini aku merangkak mendapatkan cahaya Illahi

Gemuruh tinta hidup

Bermimpi diatas awan Bermain dengan pelangi Menatap jagat Membelah cakrawala
Titik hujan mulai mencari Di iringi syair sang snja Mencurahkan segenap beban berupa rahmat membasuh bumi Takkan terlupa Pesona alam pelipur penat Dalam irama dentuman jiwa Teruji hasrat di gemuruh tinta hidup
Lambaian luka tertampar di benak Kuasa yang tirani Petaka nafsu yang terbuai

Melodi hitam

Kuhirup nafas di balik kencana
Terengah ku mengenang lukismu
Jika ku mampu hiduo tanpamu
Serasa sembilu menyiksa qalbu
Detak nafas menginginkan kau kembali
Hirup aroma luka lama menyesak di dada Apakah masih ada bahagia???
Raguku kian lama membunuh secara perlahan
Ya Tuhan kembalikan apa yang kini hilang?
Kau telah memanahku tepat menusuk jantung
Terkapar bersimbah rindu namun.... Kau hanya pemanah
Membiarkan aku bergelimang resah
Tanpa selendang pembalut luka
Berharap kembara menemukanku
Tuk sekedar menghapus lara
Namun senjapun menenggelamkannya...

Kubur

Di mana semua cerita berumah
Sebuah perjalanan diam, jalan-jalan panjang menumpuk pada pejam
Selepas salam dan adzan memenggal
Barisan ayat-ayat Allah menghantar gerbong kehidupan lalu hening....
Lalu sepi....
Tiba- tiba menjadi gelap dan sunyi
Hanya sesekali ayat-ayat itu kembali menyelimuti hangat
Lalu pergi kembali menjadi sebuah sunyi....
Kubur......

Teruntukmu Ibu

Di kakimu lelah tak jua jengah
Berdiam mudik seperti sudah berumah di matamu pedih bak penjajah mungukir
Kerut di keningmu yang kian terlihat resah
Di wajahmu teriak bungkam
Sedih menyentuh di tiap tetes peluh
Dunia tlah runtuh di kakimu
Seakan mengarang setia dalam tiap desah
Menanti malam yang panjang
Melucuti tiap hela nafasmu yang tak jua merasa lelah
Demi rekah senyum di bibir hatimu
Kau berdiri tegar sebagai kesatria tanpa pedang ataupun baju zirah

Celah buntu

Seperti lupa ketika dosa menjamah kita dalam slimutnya
Sama-sama kita berlari
Mengukur jarak nafas kita
Lalu kita sama-sama jatuh di sebelah telaga belantara tua
Di mana situs-situs tiada terjamah masih tertara terkoyak dalam hujan
Lalu fajar datang membawakan janji sang mentari
Puing-puing dan bebatuan jalan berdiri
Merayap menjadi sebuah beranda yang tak lagi senyap
Embun menyambut menjadi sebuah jalan
Meski kadang menjadi sbuah percikan
Dan mimpi-mimpi itu terjatuh Saat nafasmu menjadi sebuah cerita malam itu.....
Dengan sisa kekuatan kuraih suluruh jiwa
Sembari mengutip syair malam
Ku nanti malam bersinar seberkas biasnya ku petik sekedar menyalakan api kehudupan
Kini kalbu mulai benderang Suram kerinduan menepi di ayat-ayat cinta
Gema isya'pun hening...
Rintihan senyap....
Luka mulai berpendar...
Bibir bergetar syahdu
Kalbu menemukan Mu
Tiada lagi yang ku nanti
Hanya pencarian akan Mu
Oh...Ya Rabbi hanya pada Mu ku berserah diri....
Kumpulan Puisi Yang Menyayat Hati 9.4 out of 10 based on from 80.230 ratings. 2 user

0 komentar:

Posting Komentar

Subscribe Here

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

  © copy right Nur Qolbu 2013 Template By Kang Miftah Modified by JASA SEO | Jasa Penulis | Buka Info